YESUS KRISTUS ADALAH ALLAH YANG MENJADI MANUSIA
YESUS KRISTUS ADALAH ALLAH YANG MENJADI MANUSIA (007)
Yohanes 1:1-3, 14
Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
Pada pengakuan iman kristen, gereja dari segala abad dan zaman mengamini bahwa Yesus Kristus sebagai Allah yang telah menjadi manusia. Dengannya itu kita katakan bahwa dalam pribadi Yesus Kristus, terdapat dua natur yang disebut sebagai Allah yang sejati dan manusia yang sejati. Artinya bahwa Yesus Kristus adalah sungguh-sungguh Allah dan sungguh-sungguh manusia atau dalam istilah keduanya benar 100% Allah dan manusia.
Meskipun demikian, gereja berabad-abad bergumul untuk mempertahankan rahasia pribadi Kristus ini. Sehingga tahun 451 dalam Konsili Chalcedon, gereja merumuskan pengakuan iman bahwa Kristus dikenal dalam dua natur, tidak tercampur, tidak berubah, tidak terbagi, tidak terpisah; perbedaan kedua natur sama sekali tidak disingkirkan oleh kesatuan kedua natur itu, tetapi sifat masing-masing natur tetap dipertahankan dan ada bersama-sama dalam satu pribadi dan satu subsistensi, tidak terpisah atau terbagi menjadi dua pribadi.
Rumusan tentang pribadi Kristus yang memiliki dua natur lebih bersifat negatif karena rumusan itu dibuat untuk menentang ajaran sesat Eutyches dan Nestorius. Maka selanjutnya para ahli teologi sepakat bahwa rumusan Allah yang sejati dan manusia sejati diganti dengan rumusan Allah di dalam Yesus Kristus. Maksudnya Allah yang hadir dan bertindak di dalam manusia Yesus. Itulah pusat iman Kristen.
Harun mengatakan bahwa Firman menjadi manusia berarti, bahwa di dalam diri Yesus Kristus, Tuhan Allah yang adalah Sekutu umat-Nya itu, dengan secara kelihatan dinyatakan atau diungkapkan. Yesus Kristus adalah penampakan yang secara kelihatan tentang hakekat Tuhan Allah, yaitu bahwa Ia menjadi Sekutu umat-Nya, bahwa Ia menjadi Penyelamat umat-Nya.
Kini teranglah bahwa Yesus Kristus adalah Allah yang telah menjadi manusia. Maka demikian kita mencoba memahami kedua natur Kristus, sebagai Allah dan manusia.
Alkitab memberitakan bahwa Yesus Kristus adalah manusia biasa sama seperti manusia yang lain. Kemanusiaan Yesus kita lihat dalam kisah kelahiran-Nya bahwa saat Kristus lahir, Ia dibungkus dengan lampin dan dibaringkan di dalam palingan karena tidak ada tempat bagi mereka (Luk. 2: 7). Kemudian ketika umur 12 tahun, disebutkan bahwa Yesus makin besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia (Luk. 2: 52).
Selanjutnya ketika Ia dewasa dan mulai bekerja, jelas bahwa Ia manusia biasa. Yesus merasa payah jika terlalu banyak berjalan (Yoh. 4: 6), Yesus merasa lapar jika tidak makan 40 hari lamanya (Mat. 4: 2), Yesus merasa haus jika berjalan di bawah terik matahari (Yoh. 4: 7; 19: 28), Yesus menangis karena terharu (Yoh. 11: 35; Luk. 19: 41). Sebagai manusia, Yesus tidak dapat berada lebih dari satu tempat pada saat yang sama. Bahkan sebagai manusia, Ia mengalami kematian.
Oleh karena itu dapat dimengerti, bahwa rasul Paulus ketika Ia menguraikan hal Allah yang menjadi manusia yaitu bahwa Kristus telah mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia (Fil. 2: 7). Demikian juga penulis surat Ibrani berkata, bahwa Tuhan Yesus dalam segala hal disamakan dengan saudara-saudara-Nya (Ibr. 2: 7) dan yang telah menderita karena pencobaan seperti semua manusia (Ibr. 2: 18).
Maka di dalam semua hal itu, dapat dimengerti bahwa Yesus Kristus adalah manusia sejati, yang sama dengan kita.
Sekarang kita melihat bukti Alkitab tentang Yesus Kristus sebagai Allah yang sejati. Bahwa pengakuan tentang keilahian Kristus yaitu Logos atau Firman berinkarnasi, Kristus dinyatakan sebagai keberadaan yang bukan saja sudah ada sebelum penciptaan, tetapi juga keberadaan yang kekal. Yesus dikatakan sebagai keberadaan yang pada mulanya bersama Allah dan Dia adalah Allah (Yoh. 1: 1-3).
Peristiwa kebangkitan Yesus membuktikan bahwa Dia adalah Allah yang hidup dan bukan Allah yang mati. Sebagai Allah yang sejati, hadir ditengah-tengah ketakutan para murid saat mereka dalam ruang tertutup. Yesus hadir di sana membuktikan bahwa Ia Allah yang maha hadir. Kehadiran-Nya tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Bahkan pada saat Yesus berkarya selama 3 1/2 tahun, Ia mengklaim diri-Nya sebagai Tuhan atas hari Sabat (Mar. 2: 28), sebagai Allah Ia mempunyai otoritas untuk mengampuni dosa (Mar. 2: 1-12). Paulus mengatakan bahwa seluruh kepenuhan Allah berada pada tubuh Kristus (Kol. 1: 19).
Selain itu kesaksian Alkitab bahwa Kristus sebagai Allah dan hal ini melekat dalam diri-Nya saat melakukan mukjizat, berjalan diatas air, membangkitkan orang mati dan kenaikan ke sorga secara nyata disaksikan oleh para murid-Nya. Maka tidak ada lagi alasan apapun untuk tidak mempercayai tentang keilahian Kristus, karena Alkitab sebagai kebenaran yang tak dapat disangkal bahkan diragukan lagi.
Dengan demikian jelaslah bahwa Yesus Kristus adalah Allah yang sejati dan manusia sejati. Sebagai Allah yang sejati yaitu melaksanakan hakekat Allah sebagai Sekutu umat-Nya hingga selesai dan sebagai manusia sejati Ia melaksanakan hakekat manusia sebagai sekutu Allah. Ia taat sampai mati bahkan sampai mati di kayu salib. Yesus sebagai manusia sejati, namun Ia tidak berdosa.
Jadi pada prinsipnya bahwa intisari iman Kristen terletak dalam dan pada Yesus Kristus yang adalah Allah yang telah menjadi manusia.
Sumber:
Niftrik, G.C. van - Boland, B.J., Dogmatika Masa Kini, 2017.
Abineno, J.L.Ch., Pokok-Pokok Penting dari Iman Kristen, 2018.
Sproul, R.C., Kebenaran-Kebenaran Dasar Iman Kristen, 2018.
Komentar