Postingan

KONSEP HIDUP KEKAL MENURUT HARUN HADIWIJONO DALAM BUKU IMAN KRISTEN

KONSEP HIDUP KEKAL MENURUT HARUN HADIWIJONO  DALAM BUKU IMAN KRISTEN (010) Pendahuluan Hidup kekal merupakan salah satu pokok ajaran penting dalam iman Kristen. Selama ini, hidup kekal sering dipahami hanya sebagai kehidupan yang berlangsung setelah kematian. Namun, Harun Hadiwijono dalam bukunya Iman Kristen menjelaskan bahwa pengertian tersebut jauh lebih luas. Hidup kekal bukan hanya berbicara tentang kehidupan yang tidak berkesudahan, tetapi terutama tentang hubungan manusia dengan Allah yang dimulai sejak seseorang percaya kepada Yesus Kristus dan mencapai kesempurnaannya pada akhir zaman. Melalui pembahasannya, Hadiwijono menempatkan hidup kekal sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari karya keselamatan Allah. Oleh karena itu, hidup kekal tidak hanya memiliki dimensi masa depan, tetapi juga merupakan realitas yang telah dialami oleh orang percaya pada masa kini. Hidup Kekal sebagai Persekutuan dengan Allah Harun Hadiwijono memulai pembahasannya dengan menegaskan bahwa hid...

TUHAN TIDAK PERNAH TERLAMBAT

TUHAN TIDAK PERNAH TERLAMBAT Sebuah Refleksi Teologis tentang Kedaulatan Allah atas Waktu Pernyataan "Tuhan tidak pernah terlambat" bukanlah slogan motivasional yang lahir dari optimisme religius, melainkan sebuah afirmasi teologis yang berakar pada penyataan Allah dalam Kitab Suci. Pernyataan ini hanya dapat dipahami dengan benar apabila ditempatkan dalam kerangka doktrin tentang kedaulatan Allah, providensia ilahi ( divine providence ), dan relasi Allah dengan waktu. Apa yang sering disebut manusia sebagai "keterlambatan Tuhan" sesungguhnya merupakan benturan antara keterbatasan perspektif manusia dan kesempurnaan hikmat Allah. Secara ontologis, Allah tidak berada di bawah kuasa waktu. Waktu merupakan bagian dari ciptaan (Kej. 1), sedangkan Allah adalah Pencipta yang telah ada sebelum segala sesuatu dijadikan. Oleh karena itu, Allah tidak mengalami masa lalu, masa kini, dan masa depan sebagaimana manusia mengalaminya. Augustine of Hippo dalam Confessions menjelask...

IMAN DALAM YESUS KRISTUS DI ERA SERBA INSTAN

IMAN DALAM YESUS KRISTUS DI ERA SERBA INSTAN Pendahuluan Dunia modern telah membentuk manusia menjadi pribadi yang terbiasa dengan kecepatan. Segala sesuatu dapat diperoleh secara instan: makanan datang dalam hitungan menit, informasi tersebar dalam detik, dan hiburan tersedia tanpa batas. Kehidupan bergerak cepat, namun di tengah kecepatan itu manusia justru semakin mudah merasa kosong, cemas, dan kehilangan arah. Era serba instan tidak hanya memengaruhi gaya hidup, tetapi juga cara manusia memandang iman. Banyak orang mulai menginginkan jawaban doa yang cepat, mukjizat yang segera terjadi, serta kehidupan yang bebas dari proses dan penderitaan. Ketika harapan tidak langsung terwujud, iman menjadi goyah dan pengharapan mulai memudar. Di tengah kondisi tersebut, kekristenan menghadirkan sebuah kebenaran yang berbeda: keselamatan bukan ditemukan dalam kecepatan dunia, melainkan dalam iman kepada Yesus Kristus. Iman Kristen bukan sekadar keyakinan positif atau kekuatan pikiran, tetapi re...

ANTARA NOTIFIKASI DAN DOA

ANTARA NOTIFIKASI DAN DOA: PERGUMULAN IMAN GENERASI MODERN   Dalam lanskap kehidupan kontemporer, perkembangan teknologi digital telah membentuk pola hidup manusia secara signifikan. Kehadiran perangkat pintar, media sosial, dan arus informasi yang konstan menciptakan ruang baru bagi interaksi, sekaligus menghadirkan tantangan eksistensial bagi kehidupan spiritual. Generasi modern—khususnya generasi muda—hidup dalam ketegangan antara keterhubungan digital yang intens dan kebutuhan akan keheningan batin. Dalam konteks ini, praktik doa sebagai ekspresi iman seringkali mengalami disrupsi oleh dominasi notifikasi yang terus-menerus. Secara konseptual, fenomena ini dapat dibaca melalui pendekatan interdisipliner yang menggabungkan perspektif teologi praktis, psikologi, dan studi media. Dalam kerangka Teologi Praktis, doa dipahami bukan sekadar ritual, melainkan relasi dialogis antara manusia dan Tuhan yang menuntut kehadiran penuh (presence) dan kesadaran reflektif. Namun, kehadiran not...

IMAN DI TENGAH HIDUP YANG BIASA-BIASA SAJA

IMAN DI TENGAH HIDUP YANG BIASA-BIASA SAJA: REFLEKSI TEOLOGIS ATAS SPIRITUALITAS KESEHARIAN Dalam banyak ekspresi kekristenan modern, iman kerap diidentikkan dengan pengalaman-pengalaman luar biasa, seperti mukjizat, jawaban doa yang instan, atau peristiwa spiritual yang intens. Namun demikian, realitas kehidupan orang percaya justru lebih banyak berlangsung dalam pola keseharian yang sederhana dan repetitif. Rutinitas kerja, relasi sosial, tanggung jawab keluarga, serta praktik spiritual yang tampak biasa menjadi konteks utama kehidupan iman. Kitab Suci memberikan legitimasi teologis terhadap keseharian sebagai ruang spiritual. Dalam Ulangan 6:6–7, umat Allah diperintahkan untuk menghidupi firman dalam aktivitas sehari-hari. Hal ini menunjukkan bahwa spiritualitas alkitabiah tidak terbatas pada momen sakral, tetapi mencakup seluruh aspek kehidupan. Berdasarkan latar belakang tersebut, artikel ini bertujuan untuk merefleksikan bagaimana iman Kristen berfungsi dan bertumbuh dalam kontek...

TRADISI TARIK TALI KOR DESA FURSUY

TRADISI TARIK TALI KOR DESA FURSUY: KEARIFAN LOKAL DALAM PENANGKAPAN IKAN TRADISIONAL   Tarik Tali Kor merupakan salah satu praktik penangkapan ikan tradisional yang berkembang dalam kehidupan masyarakat pesisir Desa Fursuy di Kepulauan Tanimbar, Maluku. Tradisi ini juga ditemukan di desa lain seperti Desa Elyasa dan Desa Matakus, namun dalam tulisan ini difokuskan pada praktik yang dilakukan oleh masyarakat Desa Fursuy. Aktivitas ini mencerminkan bentuk interaksi manusia dengan lingkungan laut yang didasarkan pada pengetahuan lokal, pengalaman turun-temurun, serta prinsip keberlanjutan ekosistem. Dalam konteks sosial, Tarik Tali Kor tidak hanya berfungsi sebagai cara memperoleh sumber pangan, tetapi juga sebagai sarana memperkuat relasi sosial, kerja sama kolektif, dan solidaritas komunitas. Secara teknis, pelaksanaan Tarik Tali Kor diawali dengan tahap persiapan alat dan sarana. Masyarakat menyiapkan daun kelapa muda atau yang masih putih yang berfungsi untuk mengusir ikan melalu...

TRADISI BAKAR BATU DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT DESA FURSUY DAN KEPULAUAN TANIMBAR

TRADISI BAKAR BATU DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT DESA FURSUY DAN KEPULAUAN TANIMBAR: SUATU TINJAUAN ANTROPOLOGI BUDAYA Abstrak Tradisi bakar batu merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Indonesia Timur yang masih lestari hingga kini, termasuk di Desa Fursuy, Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk, fungsi, dan makna sosial budaya tradisi bakar batu secara khusus dalam kehidupan masyarakat Desa Fursuy serta secara umum di Kepulauan Tanimbar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan perspektif antropologi budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi bakar batu di Desa Fursuy tidak hanya berfungsi sebagai teknik pengolahan makanan tradisional, tetapi juga sebagai mekanisme sosial yang memperkuat solidaritas, mempertegas identitas kolektif, serta menjadi sarana penghormatan dalam struktur adat. Dalam konteks Tanimbar secara umum, tradisi ini memiliki kesamaan fungsi sebagai simbol kebersamaan dan kea...