Postingan

KETIKA TUHAN MEMBUKA MULUT SEORANG HAMBA

VITAMIN SORGA - Hari ke-221 "Pada hari itu mulutmu akan terbuka terhadap orang yang terluput itu; engkau akan berbicara dan tidak lagi menjadi bisu. Demikianlah engkau menjadi tanda bagi mereka, dan mereka akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN." (Yehezkiel 24:27) Ada kalanya kita merasa seolah-olah Tuhan sedang diam. Doa terasa belum dijawab, pelayanan tampak tidak membuahkan hasil, bahkan kesaksian kita seakan tidak didengar. Dalam keadaan seperti itu, kita mudah bertanya, "Tuhan, mengapa Engkau seakan membungkamku?" Pengalaman seperti inilah yang pernah dialami Nabi Yehezkiel. Dalam beberapa bagian kitabnya, Tuhan membuat Yehezkiel menjadi bisu. Ia hanya berbicara ketika Tuhan memerintahkannya. Kebisuan itu bukan karena kelemahan fisik semata, melainkan sebuah tanda profetis bagi bangsa Israel. Melalui keadaan itu, Tuhan sedang mengajarkan bahwa firman Allah tidak dapat dipermainkan. Ketika umat terus-menerus menolak suara Tuhan, akan tiba saatnya mereka mengalami ke...

DIMURNIKAN DI DALAM API

VITAMIN SORGA #Hari ke-220 "Seperti perak dilebur di dalam dapur peleburan, demikianlah kamu akan dilebur di dalamnya; dan kamu akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, telah mencurahkan murka-Ku ke atasmu." (Yehezkiel 22:22) Tidak seorang pun menyukai proses yang menyakitkan. Ketika menghadapi penderitaan, kegagalan, atau tekanan hidup, kita sering bertanya, "Tuhan, mengapa ini terjadi?" Bahkan tidak sedikit orang mulai meragukan kasih Tuhan ketika hidup terasa seperti berada di dalam api yang membakar. Yehezkiel 22 membawa kita kepada situasi yang sangat serius. Yerusalem telah dipenuhi ketidakadilan, penyembahan berhala, penindasan terhadap orang lemah, dan para pemimpin yang menyalahgunakan wewenang. Imam, nabi, pemimpin, bahkan rakyat, semuanya telah menyimpang dari kehendak Tuhan. Dosa bukan lagi dilakukan oleh segelintir orang, tetapi telah menjadi budaya yang merusak kehidupan bangsa. Di tengah keadaan itu, Tuhan memakai gambaran seorang pandai besi yang melebur lo...

DIPULIHKAN UNTUK MENYEMBAH

VITAMIN SORGA #Hari ke-219 "Sebab di gunung-Ku yang kudus, di gunung Israel yang tinggi itu, demikianlah firman Tuhan ALLAH, di sanalah seluruh kaum Israel, semuanya yang ada di negeri itu, akan beribadah kepada-Ku. Di sanalah Aku akan berkenan kepada mereka, dan di sanalah Aku akan meminta persembahan-persembahanmu yang khusus dan hasil-hasil pilihanmu dari segala persembahan kudusmu." (Yehezkiel 20:40) Ketika kita membaca Yehezkiel pasal 20, kita menemukan sebuah perjalanan sejarah yang menyedihkan. Tuhan berkali-kali mengingatkan bagaimana Israel terus-menerus memberontak kepada-Nya. Sejak di Mesir, di padang gurun, hingga memasuki Tanah Perjanjian, mereka berulang kali melupakan Tuhan dan mengejar berhala. Kesabaran Allah diuji berkali-kali, tetapi kasih setia-Nya tidak pernah berhenti bekerja. Di tengah pasal yang penuh dengan teguran dan penghukuman itu, ayat 40 muncul bagaikan sinar matahari setelah hujan deras. Tuhan tidak menutup kisah umat-Nya dengan penghukuman, te...

HATI YANG BARU, HIDUP YANG BARU

VITAMIN SORGA #Hari ke-218 "Buangkanlah dari padamu segala durhakamu yang kamu lakukan terhadap Aku dan buatlah bagimu hati yang baru dan roh yang baru! Mengapakah kamu akan mati, hai kaum Israel? Sebab Aku tidak berkenan kepada kematian orang yang harus menanggung hukuman, demikianlah firman Tuhan ALLAH. Oleh sebab itu, bertobatlah, maka kamu akan hidup." (Yehezkiel 18:31–32) Ada anggapan yang sering muncul ketika seseorang sudah terlalu jauh jatuh ke dalam dosa. Mereka berkata, "Hidup saya sudah hancur. Tuhan pasti tidak mau menerima saya lagi." Ada juga yang berpikir bahwa masa lalunya telah menentukan masa depannya sehingga tidak ada lagi harapan untuk berubah. Namun, melalui Yehezkiel 18:31–32, Tuhan menyampaikan berita yang sangat berbeda. Di tengah peringatan tentang hukuman atas dosa, terdengar undangan kasih yang begitu jelas: " Bertobatlah, maka kamu akan hidup ." Kalimat ini menunjukkan bahwa tujuan Tuhan bukanlah kebinasaan manusia, melainkan p...

KETIKA KASIH KARUNIA MENGINGAT APA YANG KITA LUPAKAN

VITAMIN SORGA #Hari ke-217 "Namun Aku akan mengingat perjanjian-Ku dengan engkau pada masa mudamu, dan Aku akan meneguhkan bagimu suatu perjanjian yang kekal." (Yehezkiel 16:60) Yehezkiel 16 merupakan salah satu pasal yang paling menyentuh sekaligus paling keras dalam Kitab Yehezkiel. Melalui sebuah alegori, Tuhan menggambarkan Yerusalem seperti seorang bayi yang ditelantarkan, tanpa harapan dan tanpa masa depan. Dengan kasih-Nya, Allah mengangkat, memelihara, dan menjadikan Yerusalem begitu indah. Namun, setelah menerima begitu banyak kasih karunia, bangsa itu justru berpaling kepada ilah-ilah lain dan mengkhianati perjanjian dengan Tuhan. Dosa mereka bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi pengkhianatan terhadap kasih Allah yang begitu besar. Secara manusiawi, pengkhianatan sebesar itu pantas dibalas dengan penolakan untuk selama-lamanya. Namun, di tengah berita penghukuman yang memenuhi pasal ini, Yehezkiel 16:60 menghadirkan secercah terang yang luar biasa. Tuhan berfirma...

PENGGENAPAN FIRMAN-NYA TIDAK PERNAH GAGAL

VITAMIN SORGA #Hari ke-216 "Sebab itu katakanlah kepada mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Tidak ada lagi firman-Ku yang akan ditunda-tunda; firman yang Kuucapkan akan terjadi, demikianlah firman Tuhan ALLAH." (Yehezkiel 12:28) Kitab Yehezkiel ditulis pada masa yang sangat kelam dalam sejarah Israel. Bangsa itu sedang berada dalam pembuangan karena dosa dan pemberontakan mereka kepada Allah. Namun, sekalipun Tuhan telah berulang kali mengutus para nabi untuk memperingatkan mereka, banyak orang tetap menganggap firman Tuhan tidak akan pernah menjadi kenyataan. Mereka berkata bahwa penglihatan para nabi masih untuk masa yang sangat lama, sehingga mereka merasa bebas untuk terus hidup menurut keinginan sendiri. Di tengah sikap yang meremehkan firman Tuhan itu, Allah menyampaikan pernyataan yang sangat tegas melalui nabi Yehezkiel: "Tidak ada lagi firman-Ku yang akan ditunda-tunda." Pernyataan ini bukan sekadar ancaman, tetapi merupakan penegasan tentang karakter All...

KONSEP HIDUP KEKAL MENURUT HARUN HADIWIJONO DALAM BUKU IMAN KRISTEN (010)

Pendahuluan Hidup kekal merupakan salah satu pokok ajaran penting dalam iman Kristen. Selama ini, hidup kekal sering dipahami hanya sebagai kehidupan yang berlangsung setelah kematian. Namun, Harun Hadiwijono dalam bukunya Iman Kristen menjelaskan bahwa pengertian tersebut jauh lebih luas. Hidup kekal bukan hanya berbicara tentang kehidupan yang tidak berkesudahan, tetapi terutama tentang hubungan manusia dengan Allah yang dimulai sejak seseorang percaya kepada Yesus Kristus dan mencapai kesempurnaannya pada akhir zaman. Melalui pembahasannya, Hadiwijono menempatkan hidup kekal sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari karya keselamatan Allah. Oleh karena itu, hidup kekal tidak hanya memiliki dimensi masa depan, tetapi juga merupakan realitas yang telah dialami oleh orang percaya pada masa kini. Hidup Kekal sebagai Persekutuan dengan Allah Harun Hadiwijono memulai pembahasannya dengan menegaskan bahwa hidup kekal tidak boleh dipahami sekadar sebagai kehidupan yang berlangsung tanpa ak...