Postingan

KANON ALKITAB

  KANON ALKITAB 009 Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu. Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik (2 Timotius 3:14-17).  Alkitab dalam bentuknya yang sekarang, sebagai satu buku yang sangat tebal. Baik itu Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, tidak serta-merta menjadi satu buku yang kita sebut sebagai Alkitab. Melainkan memiliki sejarah yang panjang dengan penuh pergumulan, yaitu untuk memilih serta mengambil keputusan yang mana dari sekian banyak tulisan yang ada it...

PENYATAAN ALLAH

  PENYATAAN ALLAH (008) Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya; hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam. Tidak ada berita dan tidak ada kata, suara mereka tidak terdengar; (Mazmur 19: 2-4). Penyataan dari kata dasar "nyata" yang memiliki arti yang luas dan banyak dipergunakan dalam bahasa sehari-hari. Demikian juga halnya dengan kata kerja "menyatakan" dan kata benda "pernyataan" . Kata-kata tersebut merupakan terjemahan kata kerja Latin, yaitu revelare , dan kata kerja bendanya, yakni revelatio (Inggris: revelation) dengan latar belakangnya dalam Alkitab dalam bahasa Ibrani/Yunani, ialah terutama kata kerja Ibrani gillah , kata kerja Yunani apokalypto . Pengertian dari semua kata kerja ini ialah menyingkapkan, menanggalkan, membuka selubung, menunjukkan yang tersembunyi, memberitahukan tentang apa yang tak dikenal. Singkatnya mengenai munculnya apa yang ters...

YESUS KRISTUS ADALAH ALLAH YANG MENJADI MANUSIA

YESUS KRISTUS ADALAH ALLAH YANG MENJADI MANUSIA (007) Yohanes 1:1-3, 14 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.  Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.  Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. Pada pengakuan iman kristen, gereja dari segala abad dan zaman mengamini bahwa Yesus Kristus sebagai Allah yang telah menjadi manusia. Dengannya itu kita katakan bahwa dalam pribadi Yesus Kristus, terdapat dua natur yang disebut sebagai Allah yang sejati dan manusia yang sejati. Artinya bahwa Yesus Kristus adalah sungguh-sungguh Allah dan sungguh-sungguh manusia atau dalam istilah keduanya benar 100% Allah dan manusia. Meskipun demikian, gereja berabad...

PREDESTINASI

PREDESTINASI: PEMILIHAN DAN PENOLAKAN (006) "Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga. Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya". (Efesus 1:3-6) Doktrin predestinasi merupakan topik yang sukar dalam kekristenan karena beragam pendapat dari para ahli, sehingga menimbulkan perdebatan tanpa henti sejak awal gereja bertumbuh di dunia Barat dan Timur. Namun demikian, bukan berarti tidak dipelajari. Sebab doktrin ini sungguh menarik dan menakjubkan tentang kebesaran Allah, sehingga kita memuji Allah dengan segala keberadaan kita. Predestinasi atau dalam bahasa latin...

DOGMA TENTANG DOSA

DOGMA TENTANG DOSA (005) Perihal dosa menjadi hal misteri karena asal usulnya tidak secara jelas menerangkan bagi kita. Berbagai pandangan tentang dosa misalnya ajaran Hindu bahwa dosa disebabkan karena benda, prakarti, maka jiwa manusia disilaukan, hingga tidak tahu bahwa dunia ini adalah maya, semu saja. Ajaran Buddha mengajarkan bahwa awidya (ketidaktahuan) menjadi sebab adanya dosa. Sedangkan dalam ajaran Islam bahwa adanya kecenderungan-kecenderungan untuk berbuat dosa disebabkan oleh nafsunya yang jahat sehingga menjadikan orang takabur dan sombong. Dalam ajaran iman Kristen dengan tegas menyatakan bahwa dosa bukan disebabkan oleh Tuhan Allah. Ayb. 34: 10, Maz. 92: 16; 118: 1,29; 136: 1 secara terang memberitakan bagi kita bahwa jauhlah pada Allah untuk melakukan kefasikan, dari pada Yang Mahakuasa untuk berbuat curang. Demikian juga dalam 1 Yoh. 1: 5 menerangkan bahwa Allah adalah terang dan bahwa di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan. Hal ini nampak pada diri Tuhan Yesus...

MANUSIA CIPTAAN DAN GAMBAR ALLAH

MANUSIA CIPTAAN DAN GAMBAR ALLAH (004) Dalam Kej. 2: 7 menerangkan bahwa TUHAN Allah membentuk manusia dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya, demikianlah manusia menjadi makhluk yang hidup.  Ayat ini dengan jelas menunjukkan bahwa manusia bukanlah berada dengan sendirinya, melainkan bahwa ada yang menciptakannya, yaitu Tuhan Allah sendiri. Tuhan Allah lah yang menciptakan manusia, yang semula belum ada, sehingga menjadi ada. Adanya manusia karena kehendak Allah (Kej. 1: 26) Hadiwijono mengatakan bahwa ayat tersebut menyebutkan keputusan Tuhan Allah untuk menciptakan manusia. Manusia bukanlah keturunan Tuhan Allah, ia juga bukan mengalir keluar daripada Allah, tetapi ia diciptakan oleh Allah. Dalam Kej 1: 26 dengan jelas kita mengetahui bahwa cara Allah menciptakan atau menjadikan manusia berbeda sekali dengan caranya Ia menciptakan makhluk-makhluk yang lainnya. Manusia dijadikan Tuhan Allah menurut gambar Allah (Kej. 1: 27) berarti manusia itu sempurna ...

TUHAN ITU ESA

TUHAN ITU ESA (003) "Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!" (Ul. 6: 4) TUHAN atau YAHWEH selanjutnya disebut esa. Dalam bahasa aslinya berbunyi "Yahweh elehenu Yahweh ekhad." Maka terjemahan kemudian menjadi TUHAN adalah Allah kita, TUHAN saja. Tidak ada Allah lain jadi Allah kita kecuali TUHAN. Kata ekhad sejatinya menunjukkan kepada TUHAN yang khas terhadap allah-allah yang lain, dan bertentangan dengan allah-allah yang lain, yang dimiliki oleh bangsa-bangsa di sekitar Israel. Ayat ini merupakan pernyataan dan pengakuan iman Yahudi (Shema) bahwa Allah itu esa. YAHWEH yang adalah satu-satunya Allah yang kudus, benar, mulia dan agung yang disembah oleh bangsa Israel.  Dasar keimanan bangsa Israel bahwa YAHWEH yang disembah oleh Abraham, Ishak dan Yakub adalah Allah Perjanjian satu-satunya yang mengikatkan diri-Nya dengan umat-Nya. Sebagai Allah Khalik yang menciptakan segala sesuatu dari yang tiada menjadi ada. Satu-satunya Allah Pembebas...