Postingan

DIPULIHKAN UNTUK MENYEMBAH

VITAMIN SORGA #Hari ke-219 "Sebab di gunung-Ku yang kudus, di gunung Israel yang tinggi itu, demikianlah firman Tuhan ALLAH, di sanalah seluruh kaum Israel, semuanya yang ada di negeri itu, akan beribadah kepada-Ku. Di sanalah Aku akan berkenan kepada mereka, dan di sanalah Aku akan meminta persembahan-persembahanmu yang khusus dan hasil-hasil pilihanmu dari segala persembahan kudusmu." (Yehezkiel 20:40) Ketika kita membaca Yehezkiel pasal 20, kita menemukan sebuah perjalanan sejarah yang menyedihkan. Tuhan berkali-kali mengingatkan bagaimana Israel terus-menerus memberontak kepada-Nya. Sejak di Mesir, di padang gurun, hingga memasuki Tanah Perjanjian, mereka berulang kali melupakan Tuhan dan mengejar berhala. Kesabaran Allah diuji berkali-kali, tetapi kasih setia-Nya tidak pernah berhenti bekerja. Di tengah pasal yang penuh dengan teguran dan penghukuman itu, ayat 40 muncul bagaikan sinar matahari setelah hujan deras. Tuhan tidak menutup kisah umat-Nya dengan penghukuman, te...

HATI YANG BARU, HIDUP YANG BARU

VITAMIN SORGA #Hari ke-218 "Buangkanlah dari padamu segala durhakamu yang kamu lakukan terhadap Aku dan buatlah bagimu hati yang baru dan roh yang baru! Mengapakah kamu akan mati, hai kaum Israel? Sebab Aku tidak berkenan kepada kematian orang yang harus menanggung hukuman, demikianlah firman Tuhan ALLAH. Oleh sebab itu, bertobatlah, maka kamu akan hidup." (Yehezkiel 18:31–32) Ada anggapan yang sering muncul ketika seseorang sudah terlalu jauh jatuh ke dalam dosa. Mereka berkata, "Hidup saya sudah hancur. Tuhan pasti tidak mau menerima saya lagi." Ada juga yang berpikir bahwa masa lalunya telah menentukan masa depannya sehingga tidak ada lagi harapan untuk berubah. Namun, melalui Yehezkiel 18:31–32, Tuhan menyampaikan berita yang sangat berbeda. Di tengah peringatan tentang hukuman atas dosa, terdengar undangan kasih yang begitu jelas: " Bertobatlah, maka kamu akan hidup ." Kalimat ini menunjukkan bahwa tujuan Tuhan bukanlah kebinasaan manusia, melainkan p...

KETIKA KASIH KARUNIA MENGINGAT APA YANG KITA LUPAKAN

VITAMIN SORGA #Hari ke-217 "Namun Aku akan mengingat perjanjian-Ku dengan engkau pada masa mudamu, dan Aku akan meneguhkan bagimu suatu perjanjian yang kekal." (Yehezkiel 16:60) Yehezkiel 16 merupakan salah satu pasal yang paling menyentuh sekaligus paling keras dalam Kitab Yehezkiel. Melalui sebuah alegori, Tuhan menggambarkan Yerusalem seperti seorang bayi yang ditelantarkan, tanpa harapan dan tanpa masa depan. Dengan kasih-Nya, Allah mengangkat, memelihara, dan menjadikan Yerusalem begitu indah. Namun, setelah menerima begitu banyak kasih karunia, bangsa itu justru berpaling kepada ilah-ilah lain dan mengkhianati perjanjian dengan Tuhan. Dosa mereka bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi pengkhianatan terhadap kasih Allah yang begitu besar. Secara manusiawi, pengkhianatan sebesar itu pantas dibalas dengan penolakan untuk selama-lamanya. Namun, di tengah berita penghukuman yang memenuhi pasal ini, Yehezkiel 16:60 menghadirkan secercah terang yang luar biasa. Tuhan berfirma...

PENGGENAPAN FIRMAN-NYA TIDAK PERNAH GAGAL

VITAMIN SORGA #Hari ke-216 "Sebab itu katakanlah kepada mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Tidak ada lagi firman-Ku yang akan ditunda-tunda; firman yang Kuucapkan akan terjadi, demikianlah firman Tuhan ALLAH." (Yehezkiel 12:28) Kitab Yehezkiel ditulis pada masa yang sangat kelam dalam sejarah Israel. Bangsa itu sedang berada dalam pembuangan karena dosa dan pemberontakan mereka kepada Allah. Namun, sekalipun Tuhan telah berulang kali mengutus para nabi untuk memperingatkan mereka, banyak orang tetap menganggap firman Tuhan tidak akan pernah menjadi kenyataan. Mereka berkata bahwa penglihatan para nabi masih untuk masa yang sangat lama, sehingga mereka merasa bebas untuk terus hidup menurut keinginan sendiri. Di tengah sikap yang meremehkan firman Tuhan itu, Allah menyampaikan pernyataan yang sangat tegas melalui nabi Yehezkiel: "Tidak ada lagi firman-Ku yang akan ditunda-tunda." Pernyataan ini bukan sekadar ancaman, tetapi merupakan penegasan tentang karakter All...

KONSEP HIDUP KEKAL MENURUT HARUN HADIWIJONO DALAM BUKU IMAN KRISTEN (010)

Pendahuluan Hidup kekal merupakan salah satu pokok ajaran penting dalam iman Kristen. Selama ini, hidup kekal sering dipahami hanya sebagai kehidupan yang berlangsung setelah kematian. Namun, Harun Hadiwijono dalam bukunya Iman Kristen menjelaskan bahwa pengertian tersebut jauh lebih luas. Hidup kekal bukan hanya berbicara tentang kehidupan yang tidak berkesudahan, tetapi terutama tentang hubungan manusia dengan Allah yang dimulai sejak seseorang percaya kepada Yesus Kristus dan mencapai kesempurnaannya pada akhir zaman. Melalui pembahasannya, Hadiwijono menempatkan hidup kekal sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari karya keselamatan Allah. Oleh karena itu, hidup kekal tidak hanya memiliki dimensi masa depan, tetapi juga merupakan realitas yang telah dialami oleh orang percaya pada masa kini. Hidup Kekal sebagai Persekutuan dengan Allah Harun Hadiwijono memulai pembahasannya dengan menegaskan bahwa hidup kekal tidak boleh dipahami sekadar sebagai kehidupan yang berlangsung tanpa ak...

TUHAN TIDAK PERNAH TERLAMBAT

Sebuah Refleksi Teologis tentang Kedaulatan Allah atas Waktu Pernyataan "Tuhan tidak pernah terlambat" bukanlah slogan motivasional yang lahir dari optimisme religius, melainkan sebuah afirmasi teologis yang berakar pada penyataan Allah dalam Kitab Suci. Pernyataan ini hanya dapat dipahami dengan benar apabila ditempatkan dalam kerangka doktrin tentang kedaulatan Allah, providensia ilahi ( divine providence ), dan relasi Allah dengan waktu. Apa yang sering disebut manusia sebagai "keterlambatan Tuhan" sesungguhnya merupakan benturan antara keterbatasan perspektif manusia dan kesempurnaan hikmat Allah. Secara ontologis, Allah tidak berada di bawah kuasa waktu. Waktu merupakan bagian dari ciptaan (Kej. 1), sedangkan Allah adalah Pencipta yang telah ada sebelum segala sesuatu dijadikan. Oleh karena itu, Allah tidak mengalami masa lalu, masa kini, dan masa depan sebagaimana manusia mengalaminya. Augustine of Hippo dalam Confessions menjelaskan bahwa Allah hidup dalam ...

IMAN DALAM YESUS KRISTUS DI ERA SERBA INSTAN

Pendahuluan Dunia modern telah membentuk manusia menjadi pribadi yang terbiasa dengan kecepatan. Segala sesuatu dapat diperoleh secara instan: makanan datang dalam hitungan menit, informasi tersebar dalam detik, dan hiburan tersedia tanpa batas. Kehidupan bergerak cepat, namun di tengah kecepatan itu manusia justru semakin mudah merasa kosong, cemas, dan kehilangan arah. Era serba instan tidak hanya memengaruhi gaya hidup, tetapi juga cara manusia memandang iman. Banyak orang mulai menginginkan jawaban doa yang cepat, mukjizat yang segera terjadi, serta kehidupan yang bebas dari proses dan penderitaan. Ketika harapan tidak langsung terwujud, iman menjadi goyah dan pengharapan mulai memudar. Di tengah kondisi tersebut, kekristenan menghadirkan sebuah kebenaran yang berbeda: keselamatan bukan ditemukan dalam kecepatan dunia, melainkan dalam iman kepada Yesus Kristus. Iman Kristen bukan sekadar keyakinan positif atau kekuatan pikiran, tetapi respons manusia terhadap kasih Allah yang dinya...