PENYATAAN ALLAH
PENYATAAN ALLAH (008)
Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya; hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam. Tidak ada berita dan tidak ada kata, suara mereka tidak terdengar; (Mazmur 19: 2-4).
Penyataan dari kata dasar "nyata" yang memiliki arti yang luas dan banyak dipergunakan dalam bahasa sehari-hari. Demikian juga halnya dengan kata kerja "menyatakan" dan kata benda "pernyataan" . Kata-kata tersebut merupakan terjemahan kata kerja Latin, yaitu revelare, dan kata kerja bendanya, yakni revelatio (Inggris: revelation) dengan latar belakangnya dalam Alkitab dalam bahasa Ibrani/Yunani, ialah terutama kata kerja Ibrani gillah, kata kerja Yunani apokalypto. Pengertian dari semua kata kerja ini ialah menyingkapkan, menanggalkan, membuka selubung, menunjukkan yang tersembunyi, memberitahukan tentang apa yang tak dikenal. Singkatnya mengenai munculnya apa yang tersembunyi.
Maka demikian kata-kata tersebut dihubungkan dengan Allah, yang dalam ilmu teologi disebut "penyataan Allah". Penyataan Allah adalah tindakan Allah untuk menyatakan atau memperkenalkan diri-Nya kepada manusia, yang menjadikan manusia dapat kenal Allahnya atau mempunyai pengetahuan tentang Allahnya.
Allah yang tersembunyi, yang mendiami terang yang tak terhampiri (1 Tim. 6: 16), muncul dari kesembunyian-Nya yang kekal: Ia datang kepada manusia dengan menyatakan diri-Nya sebagai Allah yang hidup, yang berfirman, yang bertindak.
Penyataan Allah bukanlah bisikan ilahi, melainkan perkenalan atau pergaulan Allah dengan manusia yang dilakukan dengan firman dan karya-Nya. Dengan tegas Alkitab menyatakan bahwa tiada jalan dari pihak manusia kepada Allah. Israel bukan yang mencari Allah melainkan sebaliknya Allah-lah yang mencari Israel dan yang memperkenalkan atau menyatakan diri-Nya kepada Israel.
Allah memperkenalkan diri-Nya kepada Israel dengan menampakkan diri dalam tanda-tanda yang menjadikan Israel tahu bahwa Allah hadir. Penampakan ini di dalam bahasa Yunani disebut theophani. Di sini Tuhan Allah menampakkan diri dengan tanda-tanda yang dapat dihayati oleh Israel, sehingga Israel sadar bahwa mereka berhadapan dengan Allah sendiri. Contohnya Allah menampakan diri-Nya kepada Musa dalam nyala api yang keluar dari semak duri (Kel. 3: 2), Allah menampakkan diri kepada Israel di dalam tiang awan (Kel. 13: 21), dalam awan yang padat yang disertai guruh dan kilat di atas gunung Sinai (Kel. 19: 16-20), di dalam kemuliaan-Nya yang melalui Musa (Kel. 33: 20), menampakkan diri kepada Gideon sebagai malaikat Tuhan (Hak. 6), dst.
Dalam Perjanjian Lama Allah menunjukkan diri-Nya dan berfirman kepada para nabi. Allah menyatakan diri-Nya dengan membuat mukjizat atau perbuatan-perbuatan-Nya yang menakjubkan. Beragam mujizat yang dilakukan oleh Allah. Contohnya Allah mengeluarkan Israel dari Mesir, untuk memelihara Israel dalam pengembaraannya di padang gurun, untuk memasukkan Israel ke tanah Kanaan, untuk menolong Israel dari penindasan bangsa-bangsa yang berdiam di sekitar tanah Kanaan, dsb.
Perjanjian lama juga menerangkan bagi kita bahwa pekerjaan Allah adalah juga Firman-Nya. Pekerjaan atau karya Allah dipakai oleh Allah untuk berfirman. Maz. 19: 2-4 umpannya mengatakan bahwa langit menceritakan kemuliaan Allah dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya dst.
Selanjutnya Perjanjian Baru secara jelas memberikan kesaksian bahwa Allah telah menyatakan Diri dalam kedatangan Yesus Kristus ke dunia ini. Maka penyataan Allah itu berarti Allah telah menyatakan Diri sendiri (mendatangi manusia) dalam kedatangan Yesus, orang Nazareth itu, dan bahwa Roh Kudus menyatakan juga kepada kita kini, bahwa Yesus ini adalah Sang Kristus, Kebenaran yang dari Allah.
Berikutnya dalam dunia teologi, kita temukan dua istilah dalam penyataan Allah, yakni penyataan umum dan penyataan khusus. Istilah lainnya adalah wahyu umum dan wahyu khusus. Namun demikian, saya lebih condong mengunakan kata penyataan umum dan khusus dibanding wahyu umum dan khusus. Karena Wahyu dalam pemahaman Islam berbeda artinya dengan apokalypto/apokalupis atau penyataan. Sebab wahyu lebih menunjuk kepada bisikan ilahi yang diberikan oleh Allah di dalam hati sanubari seorang nabi atau utusan. Maka tepatnya kata penyataan yang kita gunakan.
Penyataan umum ialah penyataan Allah dengan perantaraan Firman dan karya-Nya di dalam alam semesta, di dalam sejarah dan juga di dalam hati sanubari manusia. Penyataan ini disebut umum, karena tujuannya bagi manusia pada umumnya, tanpa terkecuali. Penyataan umum ini perlu kita tahu bahwa ini tidak dapat menyelamatkan manusia. Hal ini jelas kita lihat adanya ateisme dan agnostik.
Sedangkan yang dimaksud dengan penyataan khusus ialah penyataan yang diberikan oleh Allah dengan Firman dan karya-Nya, yang berpusat kepada Kristus. Penyataan ini disebut khusus, karena hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang beriman saja. Penyataan inilah yang dapat menyelamatkan manusia.
Meskipun demikian, maksud dari kedua penyataan tersebut lebih menekankan kepada Penyataan yang tidak langsung, yaitu penyataan yang diberikan oleh Allah dengan Firman dan karya-Nya, akan tetapi yang dengan melalui alam semesta sebagai buah karya-Nya. Penyataan ini disebut tidak langsung, sebab datangnya kepada manusia tidak secara langsung.
Selanjutnya Penyataan langsung, yaitu penyataan yang secara langsung diberikan oleh Allah kepada manusia dengan perantaraan Firman dan karya-Nya yang berpusat kepada Tuhan Yesus Kristus, yang dengannya kita sebut sebagai Firman yang telah menjadi manusia.
Terakhir bahwa Alkitab merupakan alat penyataan Allah kepada manusia. Alkitab disebut sebagai Firman Allah oleh karena pengakuan Alkitab yang menyatakan bahwa penulis tidak sekedar menyatakan pemikiran mereka. Perkataan mereka diinspirasikan oleh Allah. Bahwa: segala tulisan yang diilhamkan oleh Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran (2 Tim. 3: 16).
Dengan demikian, sejatinya Penyataan Allah nampak dalam tiga bentuk yakni: Pertama, Firman Allah telah muncul di dalam Yesus Kristus. Firman yang dinyatakan, Firman yang telah menjadi daging; di dalam nama Yesus Kristus telah tersimpul segala sesuatu yang hendak Tuhan katakan kepada kita manusia. Kedua, kesaksian tentang Firman Allah yang dinyatakan ialah Alkitab, yang oleh karya Roh Kudus menjadi bagi kita Firman Allah yang tertulis; Firman ini menunjuk kepada Yesus Kristus. Ketiga, berdasarkan Alkitab, Gereja memberi kesaksian tentang Yesus Kristus: Roh Kudus berkenan mempergunakan pemberitaan Gereja, supaya dengan perantaraan kata-kata manusia itu, kita mendengar Firman Allah, artinya kita bertemu dengan Yesus Kristus; makanya oleh Roh Kudus, pemberitaan Gereja itu menjadi bagi kita Firman Allah yang diberitakan, Firman Allah dalam bentuk pemberitaan.
Sumber:
Niftrik, G.C. van - Boland, B.J., Dogmatika Masa Kini, 2017.
Sproul, R.C., Kebenaran-Kebenaran Dasar Iman Kristen, 2018.
Komentar