Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2026

IMAN DI TENGAH HIDUP YANG BIASA-BIASA SAJA

IMAN DI TENGAH HIDUP YANG BIASA-BIASA SAJA: REFLEKSI TEOLOGIS ATAS SPIRITUALITAS KESEHARIAN Dalam banyak ekspresi kekristenan modern, iman kerap diidentikkan dengan pengalaman-pengalaman luar biasa, seperti mukjizat, jawaban doa yang instan, atau peristiwa spiritual yang intens. Namun demikian, realitas kehidupan orang percaya justru lebih banyak berlangsung dalam pola keseharian yang sederhana dan repetitif. Rutinitas kerja, relasi sosial, tanggung jawab keluarga, serta praktik spiritual yang tampak biasa menjadi konteks utama kehidupan iman. Kitab Suci memberikan legitimasi teologis terhadap keseharian sebagai ruang spiritual. Dalam Ulangan 6:6–7, umat Allah diperintahkan untuk menghidupi firman dalam aktivitas sehari-hari. Hal ini menunjukkan bahwa spiritualitas alkitabiah tidak terbatas pada momen sakral, tetapi mencakup seluruh aspek kehidupan. Berdasarkan latar belakang tersebut, artikel ini bertujuan untuk merefleksikan bagaimana iman Kristen berfungsi dan bertumbuh dalam kontek...

TRADISI TARIK TALI KOR DESA FURSUY

TRADISI TARIK TALI KOR DESA FURSUY: KEARIFAN LOKAL DALAM PENANGKAPAN IKAN TRADISIONAL   Tarik Tali Kor merupakan salah satu praktik penangkapan ikan tradisional yang berkembang dalam kehidupan masyarakat pesisir Desa Fursuy di Kepulauan Tanimbar, Maluku. Tradisi ini juga ditemukan di desa lain seperti Desa Elyasa dan Desa Matakus, namun dalam tulisan ini difokuskan pada praktik yang dilakukan oleh masyarakat Desa Fursuy. Aktivitas ini mencerminkan bentuk interaksi manusia dengan lingkungan laut yang didasarkan pada pengetahuan lokal, pengalaman turun-temurun, serta prinsip keberlanjutan ekosistem. Dalam konteks sosial, Tarik Tali Kor tidak hanya berfungsi sebagai cara memperoleh sumber pangan, tetapi juga sebagai sarana memperkuat relasi sosial, kerja sama kolektif, dan solidaritas komunitas. Secara teknis, pelaksanaan Tarik Tali Kor diawali dengan tahap persiapan alat dan sarana. Masyarakat menyiapkan daun kelapa muda atau yang masih putih yang berfungsi untuk mengusir ikan melalu...

TRADISI BAKAR BATU DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT DESA FURSUY DAN KEPULAUAN TANIMBAR

TRADISI BAKAR BATU DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT DESA FURSUY DAN KEPULAUAN TANIMBAR: SUATU TINJAUAN ANTROPOLOGI BUDAYA Abstrak Tradisi bakar batu merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Indonesia Timur yang masih lestari hingga kini, termasuk di Desa Fursuy, Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk, fungsi, dan makna sosial budaya tradisi bakar batu secara khusus dalam kehidupan masyarakat Desa Fursuy serta secara umum di Kepulauan Tanimbar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan perspektif antropologi budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi bakar batu di Desa Fursuy tidak hanya berfungsi sebagai teknik pengolahan makanan tradisional, tetapi juga sebagai mekanisme sosial yang memperkuat solidaritas, mempertegas identitas kolektif, serta menjadi sarana penghormatan dalam struktur adat. Dalam konteks Tanimbar secara umum, tradisi ini memiliki kesamaan fungsi sebagai simbol kebersamaan dan kea...

JURNAL: TRADISI RSOR HAHY (BERBURU BABI HUTAN) DALAM PERSPEKTIF SOSIO-KULTURAL MASYARAKAT ADAT FURSUY

TRADISI RSOR HAHY (BERBURU BABI HUTAN) DALAM PERSPEKTIF SOSIO-KULTURAL MASYARAKAT ADAT FURSUY Abstrak Tradisi Rsor Hahy merupakan salah satu praktik budaya berburu babi hutan yang diwariskan secara turun-temurun dalam masyarakat adat Fursuy, Kepulauan Tanimbar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tahapan pelaksanaan tradisi, nilai-nilai sosial yang terkandung di dalamnya, serta fungsi kulturalnya dalam kehidupan masyarakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan perspektif antropologi budaya. Hasil kajian menunjukkan bahwa tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas ekonomi subsisten, tetapi juga sebagai media penguatan solidaritas sosial, legitimasi struktur adat, serta internalisasi nilai religius melalui praktik doa. Tradisi ini menjadi identitas kolektif yang perlu dipertahankan dalam menghadapi arus modernisasi. Kata kunci: Rsor Hahy, budaya berburu, masyarakat adat, Fursuy, solidaritas sosial Pendahuluan Tradisi merupakan bagian in...