DIKENAL, DIPULIHKAN, DAN DIMILIKI SANG GEMBALA
VITAMIN SORGA - Hari ke-225
"Aku sendiri akan menggembalakan domba-domba-Ku dan Aku sendiri akan membiarkan mereka berbaring, demikianlah firman Tuhan ALLAH. Yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan... Kamu adalah domba-domba-Ku, domba gembalaan-Ku, dan Aku adalah Allahmu, demikianlah firman Tuhan ALLAH." (Yehezkiel 34:15–16, 31)
Salah satu kerinduan terdalam setiap manusia adalah memiliki seseorang yang benar-benar mengenal, menerima, dan tidak meninggalkan dirinya. Di dunia ini, kita bisa saja merasa diabaikan, disalahpahami, atau bahkan ditinggalkan oleh orang-orang yang kita kasihi. Namun firman Tuhan hari ini menghadirkan sebuah penghiburan yang luar biasa: kita memiliki Gembala yang tidak pernah meninggalkan domba-domba-Nya.
Yehezkiel 34 lahir di tengah kegagalan para pemimpin Israel. Mereka seharusnya menjadi gembala yang menjaga umat Tuhan, tetapi justru menyalahgunakan kuasa, mencari keuntungan sendiri, dan membiarkan domba-domba tercerai-berai. Akibatnya, umat hidup tanpa arah dan menjadi mangsa berbagai bahaya.
Di tengah keadaan yang menyedihkan itu, Tuhan menyatakan sesuatu yang sangat indah: "Aku sendiri akan menggembalakan domba-domba-Ku." Kalimat ini memperlihatkan hati Allah yang penuh belas kasihan. Ketika manusia gagal, Tuhan tidak meninggalkan umat-Nya. Dia sendiri turun tangan untuk menjadi Gembala yang sejati.
Perhatikan tindakan-tindakan Sang Gembala. Tuhan berkata, "Yang hilang akan Kucari." Domba yang hilang tidak mampu menemukan jalan pulang dengan kekuatannya sendiri. Demikian pula manusia yang tersesat oleh dosa. Kita tidak diselamatkan karena kita berhasil menemukan Allah, tetapi karena Allah terlebih dahulu mencari kita. Kasih karunia selalu dimulai dari inisiatif Tuhan, bukan dari usaha manusia.
Kemudian Tuhan berkata, "Yang tersesat akan Kubawa pulang." Ini adalah gambaran pemulihan. Allah tidak hanya menemukan, tetapi juga memulihkan hubungan yang telah rusak. Dia tidak sekadar mengampuni dosa, tetapi membawa kita kembali hidup dalam persekutuan dengan-Nya. Betapa besar kasih Allah yang tidak menyerah terhadap orang yang mau kembali kepada-Nya.
Selanjutnya Tuhan berkata, "Yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan." Ini menunjukkan bahwa Tuhan memperhatikan seluruh aspek kehidupan kita. Dia melihat luka yang tersembunyi di balik senyuman. Dia mengetahui kepedihan yang tidak sanggup kita ungkapkan kepada siapa pun. Sebagai Gembala, Dia tidak hanya memimpin dari jauh, tetapi mendekat, menyentuh, dan memulihkan hati yang hancur.
Namun puncak dari pasal ini terdapat pada ayat 31: "Kamu adalah domba-domba-Ku... dan Aku adalah Allahmu." Inilah inti dari hubungan perjanjian antara Allah dan umat-Nya. Tuhan tidak sekadar berkata bahwa Dia akan menolong kita. Dia berkata bahwa kita adalah milik-Nya. Identitas kita yang terutama bukan ditentukan oleh pekerjaan, keberhasilan, kegagalan, atau masa lalu kita. Identitas kita ditentukan oleh fakta bahwa kita adalah umat Allah.
Menjadi milik Sang Gembala berarti hidup dalam keamanan rohani. Domba tidak perlu mengetahui seluruh jalan yang akan dilaluinya; yang terpenting adalah ia mengikuti gembalanya. Begitu pula dalam kehidupan orang percaya. Kita tidak selalu mengerti mengapa Tuhan mengizinkan suatu peristiwa terjadi, tetapi kita dapat mempercayai karakter-Nya. Gembala yang baik tidak pernah menuntun domba menuju kebinasaan. Dia selalu memimpin kepada padang rumput yang hijau, sekalipun harus melewati lembah yang gelap.
Firman ini juga menjadi panggilan bagi kita untuk mencerminkan hati Sang Gembala. Di tengah keluarga, gereja, tempat kerja, dan masyarakat, kita dipanggil untuk menjadi pribadi yang mencari yang tersesat, menguatkan yang lemah, menghibur yang terluka, dan membangun mereka yang hampir menyerah. Dunia membutuhkan lebih banyak hati yang menggembalakan daripada hati yang menghakimi.
Saudara-saudari yang terkasih, jika hari ini Anda merasa lelah, kecewa, atau kehilangan arah, ingatlah bahwa Anda tidak berjalan sendirian. Sang Gembala Agung mengenal nama Anda. Dia mencari ketika Anda tersesat, memulihkan ketika Anda terluka, dan tetap memanggil Anda sebagai milik-Nya.
Karena itu, jangan mencari rasa aman pada hal-hal yang sementara. Carilah keamanan di dalam hadirat Tuhan. Jangan biarkan dunia menentukan siapa diri Anda. Biarkan firman Tuhan yang menentukannya: "Kamu adalah domba-domba-Ku, dan Aku adalah Allahmu." Itulah identitas yang tidak akan pernah berubah.
Komentar