KETIKA TUHAN MEMBUKA MULUT SEORANG HAMBA

VITAMIN SORGA - Hari ke-221

"Pada hari itu mulutmu akan terbuka terhadap orang yang terluput itu; engkau akan berbicara dan tidak lagi menjadi bisu. Demikianlah engkau menjadi tanda bagi mereka, dan mereka akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN." (Yehezkiel 24:27)

Ada kalanya kita merasa seolah-olah Tuhan sedang diam. Doa terasa belum dijawab, pelayanan tampak tidak membuahkan hasil, bahkan kesaksian kita seakan tidak didengar. Dalam keadaan seperti itu, kita mudah bertanya, "Tuhan, mengapa Engkau seakan membungkamku?"

Pengalaman seperti inilah yang pernah dialami Nabi Yehezkiel. Dalam beberapa bagian kitabnya, Tuhan membuat Yehezkiel menjadi bisu. Ia hanya berbicara ketika Tuhan memerintahkannya. Kebisuan itu bukan karena kelemahan fisik semata, melainkan sebuah tanda profetis bagi bangsa Israel. Melalui keadaan itu, Tuhan sedang mengajarkan bahwa firman Allah tidak dapat dipermainkan. Ketika umat terus-menerus menolak suara Tuhan, akan tiba saatnya mereka mengalami keheningan yang mengerikan sebelum penghakiman datang.

Namun, Yehezkiel 24:27 menjadi titik balik yang penuh pengharapan. Setelah Yerusalem jatuh dan seorang pelarian datang membawa berita itu, Tuhan berfirman bahwa mulut Yehezkiel akan dibuka kembali. Saat itu, tugasnya memasuki babak yang baru. Jika sebelumnya ia banyak menyampaikan berita penghukuman, kini ia juga akan menyampaikan berita pengharapan dan pemulihan bagi umat yang mau kembali kepada Tuhan.

Ayat ini mengajarkan bahwa Tuhan memegang kendali atas waktu dan pelayanan setiap hamba-Nya. Ada masa untuk berbicara, ada masa untuk berdiam diri. Ada masa menegur, ada masa menghibur. Semua itu berada dalam hikmat Allah. Sering kali kita ingin segala sesuatu terjadi menurut waktu kita, tetapi Tuhan bekerja menurut waktu-Nya yang sempurna. Ketika Tuhan membuka pintu pelayanan, tidak ada seorang pun yang dapat menutupnya. Sebaliknya, ketika Tuhan meminta kita menunggu, tidak ada usaha manusia yang dapat mempercepat rencana-Nya.

Perhatikan tujuan dari semuanya itu: "Mereka akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN." Kalimat ini berulang kali muncul dalam Kitab Yehezkiel. Artinya, tujuan utama dari setiap tindakan Allah bukan sekadar mengubah keadaan manusia, melainkan membawa manusia mengenal Dia. Baik melalui berkat, teguran, pemulihan, maupun penghukuman, Allah sedang menyatakan siapa diri-Nya. Ia ingin umat-Nya memiliki pengenalan yang benar, bukan sekadar pengetahuan tentang-Nya.

Dalam kehidupan kita, ada kalanya Tuhan mengizinkan masa-masa yang sunyi. Mungkin pelayanan terasa biasa saja. Mungkin doa-doa belum dijawab seperti yang kita harapkan. Mungkin kita merasa kesempatan untuk bersaksi belum terbuka. Jangan terburu-buru menyimpulkan bahwa Tuhan telah meninggalkan kita. Bisa jadi Ia sedang mempersiapkan hati kita, membentuk karakter kita, atau menunggu waktu yang tepat untuk memakai kita dengan cara yang lebih besar.

Di sisi lain, ketika Tuhan membuka kesempatan untuk berbicara, janganlah kita berdiam diri karena takut atau malu. Ada banyak orang yang membutuhkan kesaksian tentang kesetiaan Tuhan. Dunia membutuhkan suara yang menyampaikan kebenaran dengan kasih. Jika Tuhan telah membuka mulut kita, gunakanlah kesempatan itu untuk membangun, menguatkan, dan membawa orang lain semakin mengenal-Nya.

Saudara-saudari, Yehezkiel 24:27 mengingatkan kita bahwa Tuhan adalah Penguasa atas setiap musim kehidupan. Ia tahu kapan kita harus menunggu dan kapan kita harus melangkah. Ia tahu kapan kita harus berdiam diri dan kapan kita harus berbicara. Yang Tuhan kehendaki bukanlah kita bertindak menurut keinginan sendiri, tetapi hidup peka terhadap pimpinan-Nya.

Karena itu, jangan kecewa ketika Tuhan membawa kita melewati masa penantian. Tetaplah setia. Dan ketika Tuhan membuka kesempatan untuk melayani, bersaksi, atau menguatkan orang lain, lakukanlah dengan keberanian dan kerendahan hati. Biarlah melalui perkataan dan kehidupan kita, semakin banyak orang dapat berkata, "Sungguh, Tuhan itu hidup dan berkuasa." Amin!
FT


Komentar

Postingan populer dari blog ini

“TINJAUAN TEOLOGIS TERHADAP PENGAJARAN ALLAH TRITUNGGAL MENURUT ERASTUS SABDONO”

Ajaran Sesat

Book Reaport