SETIAP HARI ADALAH KESEMPATAN UNTUK BERBALIK
VITAMIN SORGA - Hari ke-224
"Kalau orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan kecurangan, ia akan mati karena itu. Sebaliknya, kalau orang fasik berbalik dari kefasikannya dan melakukan keadilan dan kebenaran, ia akan hidup karena itu." (Yehezkiel 33:18–19)
Salah satu kesalahan yang sering terjadi dalam kehidupan rohani adalah mengandalkan masa lalu. Ada orang yang berkata, "Dulu saya sangat aktif melayani Tuhan," atau, "Dulu saya hidup dekat dengan Tuhan." Sebaliknya, ada pula yang terus dihantui oleh masa lalunya, merasa bahwa dosa-dosanya terlalu besar sehingga tidak mungkin lagi diterima oleh Allah. Kedua cara berpikir ini diluruskan oleh firman Tuhan dalam Yehezkiel 33:18–19.
Pasal 33 merupakan titik penting dalam kitab Yehezkiel. Setelah berita tentang jatuhnya Yerusalem, Tuhan kembali memanggil nabi Yehezkiel sebagai penjaga bagi umat-Nya. Melalui pasal ini, Tuhan menegaskan bahwa setiap orang bertanggung jawab atas responsnya terhadap firman Allah. Tidak seorang pun dapat hidup dari kesetiaan orang lain, dan tidak seorang pun harus binasa karena kesalahan orang lain. Setiap orang dipanggil untuk mengambil keputusan sendiri di hadapan Tuhan.
Perhatikan dengan saksama firman Tuhan. "Kalau orang benar berbalik dari kebenarannya..." Ini adalah sebuah peringatan yang serius. Status sebagai "orang benar" bukanlah alasan untuk hidup sembarangan. Kesetiaan kepada Tuhan harus dipelihara setiap hari. Iman bukan sekadar pengalaman pada masa lalu, tetapi hubungan yang terus bertumbuh dengan Allah. Seorang yang dahulu hidup benar, tetapi kemudian memilih hidup dalam dosa tanpa pertobatan, sedang berjalan menjauh dari sumber kehidupan.
Di sisi lain, Tuhan juga berkata, "Kalau orang fasik berbalik dari kefasikannya..." Betapa indahnya kasih karunia Allah! Tidak ada seorang pun yang terlalu jauh sehingga tidak dapat dipulihkan. Selama seseorang mau bertobat dengan sungguh-sungguh, Tuhan membuka pintu pengampunan dan kehidupan. Allah tidak mengunci manusia dalam masa lalunya. Dia melihat hati yang mau berbalik dan hidup dalam ketaatan.
Ayat ini memperlihatkan keseimbangan antara keadilan dan kasih Allah. Allah adil sehingga Ia tidak mengabaikan dosa, sekalipun dilakukan oleh orang yang pernah hidup benar. Namun Allah juga penuh kasih sehingga Ia menerima orang berdosa yang datang kepada-Nya dengan pertobatan yang tulus. Dengan demikian, tidak ada tempat untuk kesombongan rohani maupun keputusasaan. Orang benar tidak boleh merasa aman tanpa menjaga hidupnya, dan orang berdosa tidak boleh merasa bahwa hidupnya sudah tidak memiliki harapan.
Firman ini juga mengajarkan bahwa pertobatan bukan sekadar perubahan perasaan, tetapi perubahan hidup. Tuhan berkata bahwa orang fasik harus "melakukan keadilan dan kebenaran." Pertobatan sejati akan terlihat dalam tindakan. Hati yang telah diubahkan akan menghasilkan kehidupan yang berbeda. Cara berbicara berubah, cara memperlakukan sesama berubah, cara bekerja berubah, bahkan cara mengambil keputusan pun berubah. Buah pertobatan menjadi bukti bahwa kasih karunia Allah sedang bekerja di dalam diri seseorang.
Bagi kita hari ini, Yehezkiel 33:18–19 menjadi ajakan untuk mengevaluasi perjalanan iman kita. Jangan hanya bertanya, "Bagaimana saya dahulu?" tetapi tanyakanlah, "Bagaimana keadaan hati saya hari ini di hadapan Tuhan?" Apakah kasih kita kepada Tuhan masih menyala? Apakah kita masih hidup dalam ketaatan? Atau tanpa disadari kita mulai berkompromi dengan dosa, kehilangan kepekaan terhadap firman, dan menjauh dari hadirat-Nya?
Sebaliknya, jika ada di antara kita yang merasa telah gagal, jangan menyerah. Tuhan masih memanggil. Selama napas masih diberikan, kesempatan untuk bertobat masih terbuka. Allah lebih senang melihat seorang berdosa kembali kepada-Nya daripada melihat seorang yang mengeraskan hati terus berjalan menuju kebinasaan.
Saudara-saudari yang terkasih, kehidupan rohani tidak ditentukan oleh masa lalu, tetapi oleh kesetiaan kita berjalan bersama Tuhan setiap hari. Jangan bermegah atas pengalaman rohani yang lampau, dan jangan pula terbelenggu oleh dosa yang telah lewat. Datanglah kepada Tuhan hari ini dengan hati yang rendah.
Jika kita sedang berjalan bersama-Nya, tetaplah setia sampai akhir. Jika kita telah menyimpang, segeralah kembali. Sebab Allah yang kita sembah adalah Allah yang adil dalam penghakiman-Nya dan kaya dalam kasih karunia-Nya. Dia selalu membuka jalan kehidupan bagi setiap orang yang mau berbalik kepada-Nya.
Komentar