PENGGENAPAN FIRMAN-NYA TIDAK PERNAH GAGAL
VITAMIN SORGA #Hari ke-216
"Sebab itu katakanlah kepada mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Tidak ada lagi firman-Ku yang akan ditunda-tunda; firman yang Kuucapkan akan terjadi, demikianlah firman Tuhan ALLAH." (Yehezkiel 12:28)
Kitab Yehezkiel ditulis pada masa yang sangat kelam dalam sejarah Israel. Bangsa itu sedang berada dalam pembuangan karena dosa dan pemberontakan mereka kepada Allah. Namun, sekalipun Tuhan telah berulang kali mengutus para nabi untuk memperingatkan mereka, banyak orang tetap menganggap firman Tuhan tidak akan pernah menjadi kenyataan. Mereka berkata bahwa penglihatan para nabi masih untuk masa yang sangat lama, sehingga mereka merasa bebas untuk terus hidup menurut keinginan sendiri.
Di tengah sikap yang meremehkan firman Tuhan itu, Allah menyampaikan pernyataan yang sangat tegas melalui nabi Yehezkiel: "Tidak ada lagi firman-Ku yang akan ditunda-tunda." Pernyataan ini bukan sekadar ancaman, tetapi merupakan penegasan tentang karakter Allah sendiri. Allah adalah Allah yang setia kepada setiap firman yang telah diucapkan-Nya. Apa yang keluar dari mulut-Nya tidak akan kembali dengan sia-sia, melainkan akan menggenapi maksud yang telah ditetapkan-Nya.
Sering kali manusia menilai pekerjaan Tuhan berdasarkan waktu yang mereka inginkan. Ketika doa belum dijawab, ketika janji belum terlihat, atau ketika hukuman atas kejahatan belum datang, banyak orang mulai berpikir bahwa Tuhan diam, tidak peduli, atau bahkan tidak akan bertindak. Padahal, diamnya Tuhan bukan berarti Ia tidak bekerja. Penundaan menurut pandangan manusia sering kali merupakan kesempatan yang Tuhan berikan agar manusia bertobat, berubah, dan kembali kepada-Nya.
Yehezkiel 12:28 mengajarkan bahwa waktu Tuhan tidak pernah meleset. Ia tidak pernah terlambat dan tidak pernah tergesa-gesa. Ketika waktu yang telah ditetapkan tiba, setiap firman-Nya akan digenapi dengan sempurna. Tidak ada kuasa manusia, keadaan, ataupun rencana apa pun yang dapat menghalangi penggenapan kehendak Allah.
Kebenaran ini menjadi penghiburan bagi orang percaya. Janji-janji Tuhan tentang penyertaan, pemeliharaan, pengampunan, dan keselamatan bukanlah harapan kosong. Apa yang Tuhan janjikan akan Ia lakukan. Oleh sebab itu, iman kita tidak dibangun di atas keadaan, melainkan di atas karakter Allah yang tidak pernah berubah.
Namun, ayat ini juga menjadi peringatan yang serius. Jika janji keselamatan pasti digenapi, demikian juga peringatan Tuhan terhadap dosa. Kasih karunia bukanlah alasan untuk menunda pertobatan. Kesabaran Allah bukan berarti Ia membiarkan dosa untuk selama-lamanya. Akan tiba waktunya ketika setiap manusia harus mempertanggungjawabkan hidupnya di hadapan Tuhan.
Karena itu, respons yang benar terhadap firman Tuhan adalah percaya, taat, dan hidup dalam kekudusan. Jangan menunggu sampai keadaan memaksa kita untuk percaya. Jangan menganggap firman Tuhan hanya sebagai pengetahuan yang indah untuk didengar. Firman Tuhan adalah kebenaran yang hidup dan berkuasa, yang menuntut respons nyata dalam kehidupan setiap hari.
(FT)
Komentar